Thursday, April 1, 2010

Sajak Luka

Adakah tawa yang harus diukir
Ketika mimpi jadi cermin buat berkaca
Tatkala sekeping hati berdebar dalam keterasingan.

Dimanakah kedua tangan ini kuletakkan
Di tanganmu yang bakal menggenggamnya
Ketika hati kian membelah
Dalam jiwa sarat luka
Atau cukup ku genggam saja
Berlalu, tanpa harus ku berkata?!

Bagai titik-titik embun yang lembut,
Airmataku menyuarakan keikhlasan
Yang mewartakan rahasia mawar layu.
Namun, kaki masih juga kulangkahkan
Meski melukai dalam harap yg beku..

10 comments:

narti said...

absen pertama dulu ya...

narti said...

sedihnya mba...
semangat ya...moga badai cepat berlalu...(salah mengartikan puisinya gak nih...)

sda said...

luka datang untuk diobati, bukan dipendam semakin dalam yang akan jadi makin melukai hati.

kakara said...

kenapa mesti terluka kalau tidak ada yang melukai..

tomo said...

Jangan dibiarkan lama lukanya.Cepet diobati ya

~Srex~ said...

hmm...tentunya "menikmati" nyeri nya luka bukan pilihn yg terbik...tapi setidak-tidaknya bisa buat patokan manakala rasa nyeri itu sembuh dan terasa nikmatnya terbebas dari luka......

ipin said...

luka pedang ada obatnya
luka hati di mana obatnya...

penghuni60 said...

kenapa hrs terbiar itu luka
pdhl aku dtg bersama titik hujan dan embun
meski tak seikhlas suara airmatamu
meski tak sebeku harapanmu

usahlah kau terasing
karna kedua tangan ini kan menghapus lukamu
genggamlah
bawalah serta dalam mimpi2mu

Niscaya,
takkan lagi layu mawar itu
karna kita kan terbangun bersama embun pagi
yang ceria

PuM2 said...

hikz... hikz... hikz.... butuh tisu nihh,,...

kang tejo said...

waduh yg lagi ada masalah batin..
da g usah ngeratapi naib MU di liga CHAMPIONs wkwkw

  © Blogger template 'TotuliPink' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP