Friday, October 30, 2009

Mata Dari Masa Lalu

Masih sedegup inikah jantungku berpacu
Setiap tatap itu menorehkan pelangi dalam hati
Entah, mata siapakah yang menari
Menggoda laksana gemulai bidadari
Menindih perkasanya nyali
menerjemahkan mimpi
Yang kau sajikan agar dapat ternikmati
Entah, dimanakah mata itu kutemui
Meski artinya sempat lekat termaknai
Namun rentang detik yang merangkak
Menyelimuti kaca kenangan
Dengan tabir kesombongan atas nama duka masa lalu
Berloncatan mengabarkan sepenggal kisah
Dari nisan hati resah
Merindukan dahaga, memagut oase

Sunday, September 27, 2009

Hasrat Sunyi

Malam terlelap senyap
Hanyut menyelami segala rasa
Yang membawaku mengalir dalam arusmu
Rasa dalam hati, hati yang merasa
Sama dengan debur yang teredam
Pada nafas diamku

Hasrat sunyi kubisikkan doa
Perihal asa untuk kau genggam
Mungkin tarianku sejenak akan berlalu
Namun esok akan kujenguk dunia kita
Buat memastikan
:Apakah pintu terkuak kembali untukku?

Wednesday, September 16, 2009

Salahkah Pada Dukanya

Salahkah pada duka malamnya
Kala hati kasih melelehkan magma
Dari nganga luka terbakar

Tatapnya nanar melahap kelam
Dalam genderang suara membelah
Teraba rintihnya
Saat mencoba tegar dari tusukan rasa
Namun, baginya mengangkat tubuh
Betapa sia-sia

Dalam lindungan, tenggelamlah amarah
Dalam senyum, ia mengeja wajah
Berkaca tuk membaca bibir terkatup
Memagut hampa

Saturday, September 12, 2009

Renungan Sunyi

Ada yang belum sempat keluar
Pada setiap putaran lafalan doa
Yang dipahami di celah dada
Sementara, riuh mantra berdengung
Memuja Tuhan di kubangan peluh dunia
Laksana pertapa mencari ceceran kata
Yang teralpakan di bawah cahaya perak lentera

Bunga hari yang beranjak renta
Semakin Jauh gaung rindu Gusti
Dari teropong mata

  © Blogger template 'TotuliPink' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP